Aduan Masyarakat Beras CBP di Desa Kediri Induk Terungkap, Panitia Akui Ada Kekeliruan Data di Tingkat RT

LOMBOK BARAT, Panorama NTB – Polemik penyaluran bantuan beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Desa Kediri Induk, Kecamatan Kediri, akhirnya terkuak. Setelah ditelusuri, dari aduan masyrakat berawal dari kesalahan data penerima di tingkat RT.

Sebelumnya keluhan warga yang mengaku hanya difoto menerima beras namun berasnya tidak dibawa pulang dan dijanjikan 3 hari kemudian.

Hasil penelusuran Panorama NTB:

1. Klarifikasi Desa (Sekdes)
Sekretaris Desa Kediri menegaskan penyaluran CBP ini merupakan program langsung Pemerintah Pusat melalui Bulog. Data penerima manfaat (KPM) sepenuhnya berada di panitia yang dibentuk langsung oleh Bulog, bukan oleh pemerintah desa. Desa hanya bersifat memfasilitasi tempat.

2. Klarifikasi Kewilayahan (Kadus Karang Bedil Selatan)
Kadus Karang Bedil Selatan menerangkan wilayahnya mendapat alokasi 115 kupon dan semua sudah disalurkan habis kepada warga. Menurutnya, jumlah kupon masing-masing dusun memang berbeda-beda sesuai data dari pusat.

3. Klarifikasi Panitia (Wawan)
Panitia penyaluran, Wawan, yang dikontrak langsung oleh Bulog untuk menyalurkan kepada 2.229 orang dari 9 dusun di Desa Kediri, akhirnya mengakui adanya kekeliruan.

Wawan menjelaskan kasus Ibu Her yang itu seharusnya penerima atas nama Herwana, namun oleh Ketua RT dikasihkan ke Herawati, istri Kandar.

“Ini kesalahan di Ketua RT. Harusnya Herwana dapatnya tapi diberikan ke Herawati istrinya Kandar. Karena kondisi rame, jadi ketukar orangnya dan lolos verifikasi Herawati itu karena ketelitian panitia yang kurang,” jelas Wawan kepada Panorama NTB.

Wawan menambahkan, Ibu Her (yang seharusnya dapat) kemudian datang melakukan komplain dan dikonfirmasi ke Pak Kadus.

“Jujur, sebenarnya saya mau diam, tapi Pak Kadus yang bilang jadi datanglah Ibu Her itu. Karena ini tanggung jawab saya, nanti saya yang akan gantikan secara pribadi sejumlah yang sama dengan yang dikasihkan itu,” tegas Wawan berjanji akan mengganti beras tersebut dari uang pribadi.

Dengan pengakuan panitia tersebut, persoalan penyaluran CBP di Desa Kediri Induk bukan merupakan penggelapan sistematis, melainkan kelalaian verifikasi dan kesalahan input data di tingkat RT. Namun demikian, Bulog sebagai pihak yang mengontrak panitia diminta melakukan evaluasi ketat agar kejadian foto tanpa beras tidak terulang.

Panorama NTB akan terus memantau janji panitia untuk mengganti beras Ibu Her, (aa/red)

Related posts