Prajurit Angkutan Darat di Balik Sukses MotoGP Mandalika 2026, Siaga Siang dan Malam Demi Kelancaran Antar Jemput Penonton.

LOMBOK TENGAH, Panorama NTB – Di balik kelancaran penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, ada sekelompok pekerja yang perannya tak selalu tersorot kamera. Mereka adalah para pengemudi bus shuttle yang setiap hari berjibaku di lapangan untuk memastikan mobilitas penonton berjalan lancar, aman, dan tertib.

Mereka layak disebut sebagai Prajurit Angkutan Darat. Sebutan ini menggambarkan semangat dan kesiapsiagaan para pengemudi yang bekerja di balik layar, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi mendukung kelancaran salah satu ajang balap motor internasional bergengsi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejak awal pelaksanaan hingga saat ini, para pengemudi bus shuttle terus bersiaga, bekerja siang dan malam, serta menunggu instruksi dan arahan dari koordinator lapangan. Di tengah padatnya aktivitas dan tingginya mobilitas penonton, mereka menjadi bagian penting dari rantai pelayanan transportasi selama berlangsungnya MotoGP Mandalika 2026.

Salah satu bentuk koordinasi tersebut terlihat dalam pesan yang diteruskan Rizal selaku koordinator lapangan melalui grup WhatsApp Shuttle GP 2026. Pesan yang juga diterima redaksi Panorama NTB itu memuat arahan panitia agar para pengemudi menjaga kerapian penampilan dan kebersihan selama bertugas.

“Pak, saya minta tolong besok pengemudinya lebih rapi, jangan pakai celana pendek, menggunakan pakaian yang telah ditetapkan. Minta tolong disampaikan ke timnya untuk sama-sama menjaga kebersihan,” demikian isi arahan yang diteruskan dalam grup tersebut.

Arahan itu menunjukkan bahwa kesuksesan pelayanan transportasi tidak hanya berkaitan dengan kesiapan kendaraan dan ketepatan operasional, tetapi juga kedisiplinan personel, penampilan yang sesuai ketentuan, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Pagi ini, semangat para pengemudi terlihat dari berbagai foto yang dibagikan ke grup komunikasi mereka. Para personel tampak menunjukkan keceriaan sekaligus kesiapsiagaan di lapangan untuk menjalankan tugas mendukung kelancaran MotoGP Mandalika 2026.

Di tengah hiruk-pikuk ajang internasional tersebut, dedikasi mereka menjadi pengingat bahwa kesuksesan sebuah acara besar tidak hanya ditentukan oleh para pembalap, penyelenggara, atau kemeriahan di sirkuit. Ada pula banyak pekerja lapangan yang memastikan setiap bagian operasional berjalan sebagaimana mestinya.

Meski peran mereka sangat penting, kontribusi para pengemudi shuttle kerap luput dari perhatian publik. Padahal, pelayanan transportasi yang tertib dan terkoordinasi menjadi salah satu unsur pendukung kenyamanan penonton selama mengikuti rangkaian kegiatan MotoGP Mandalika.

Ke depan, perhatian terhadap kelompok pekerja seperti ini diharapkan dapat terus ditingkatkan. Dinas dan instansi terkait diharapkan membuka ruang pembinaan, peningkatan kompetensi, serta memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dalam bentuk materiil maupun imateriil.

Apresiasi tersebut bukan semata-mata penghargaan atas pekerjaan yang telah dilakukan, melainkan juga bentuk dukungan terhadap keberlanjutan profesi yang berkontribusi bagi sektor transportasi dan pariwisata daerah.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, para pengemudi diharapkan semakin profesional, disiplin, dan siap menghadapi berbagai agenda berskala nasional maupun internasional di NTB.

Pada akhirnya, kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium, tetapi juga tentang banyak tangan yang bekerja di balik layar. Di antara mereka, para Prajurit Angkutan Darat terus bergerak, mengantar penonton, menjaga kesiapan, dan mengambil bagian dalam membawa nama NTB ke panggung dunia.

Related posts