MATARAM, Panorama NTB – Seminar Nasional bertema “Sinergi Perguruan Tinggi dan JATMA Aswaja NTB Dalam Penguatan Pendidikan, Riset, dan Pemberdayaan Masyarakat”_ yang digelar pada Jumat, 10 Oktober 2026 di Ballroom UNU NTB mencatat sejarah baru.
Dalam forum bergengsi tersebut, 4 institusi besar di NTB secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama strategis, yaitu:
PIHAK I: Pengurus Wilayah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah Al Nahdliyyah (PW JATMA Aswaja) NTB
PIHAK II: Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB
PIHAK III: Universitas Mataram (UNRAM)
PIHAK IV: Universitas Islam Negeri Mataram – Prof. Dr. H. Masnun, M. Ag., Rektor UIN Mataram
Kesepakatan ini menjadi tonggak penting kolaborasi antara organisasi tarekat dan dunia perguruan tinggi di NTB.
PASAL 1: MAKSUD DAN TUJUAN
MoU ini menjadi pedoman kerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penguatan kerukunan, serta pengembangan sumber daya dan budaya lokal.
PASAL 2: LIMA POIN KERJA SAMA
1. Penguatan Nilai-Nilai Aswaja: Menguatkan sikap santun, seimbang, damai, dan menghargai keberagaman.
2. Moderasi Beragama, Toleransi dan Kerukunan Sosial: Membangun sikap beragama yang moderat, saling menghormati perbedaan keyakinan serta memperkuat kerukunan antarumat beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Ilmu: Melaksanakan seminar, diskusi ilmiah, pelatihan, penelitian kolaboratif, dan pertukaran pengetahuan.
4. Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat: Mengembangkan kegiatan sosial, pendidikan masyarakat, dan program pemberdayaan bersama.
5. Penguatan Nasionalisme serta Pelestarian Budaya Lokal: Merawat tradisi positif, memperkuat persaudaraan, kebangsaan, dan keutuhan NKRI.
Ketua PW JATMA Aswaja NTB menegaskan bahwa MoU ini bukan sekadar seremonial, melainkan kerja nyata untuk menjaga NTB tetap kondusif. Sementara Rektor UNU NTB dan Universitas Mataram yang diwakilkan oleh Wakil Rektor menyambut baik sinergi ini sebagai model ideal integrasi ilmu dan spiritualitas.
Acara yang turut dihadiri Staf Ahli Kemenristek RI Dr. Muhammad Hasan Chabibie ini diharapkan menjadi role model nasional. (afandi)



















