LOMBOK TENGAH, Panorama NTB – Gelombang keluhan melanda masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait ketidaksesuaian klasifikasi desil pada data kemiskinan pemerintah dengan kondisi ekonomi riil di lapangan. Alih-alih menjadi jaring pengaman, carut-marut data ini justru menjadi momok yang menjegal hak warga miskin untuk mendapatkan bantuan sosial (bansos) hingga beasiswa pendidikan.
Dampak nyata dari salah sasaran data ini dirasakan langsung oleh salah satu keluarga di Tana Auq, Kabupaten Lombok Tengah. Seorang putra daerah setempat dipastikan gagal meloloskan verifikasi pendaftaran beasiswa di salah satu universitas akibat status desilnya dinilai mampu secara ekonomi. Padahal, fakta di lapangan menunjukkan keluarga tersebut sangat membutuhkan dukungan finansial. Akibat eror sistem ini, mereka tidak hanya kehilangan kesempatan beasiswa kuliah, tetapi juga dicoret dari daftar penerima bansos.
Kasus di Lombok Tengah ini hanyalah puncak gunung es dari banyaknya jeritan warga NTB yang mengalami nasib serupa. Masyarakat kini mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait yang berwenang atas pengelolaan data kemiskinan untuk segera memberikan atensi serius. Evaluasi dan perbaikan validasi data di tingkat bawah mutlak diperlukan agar diskriminasi administrasi seperti ini tidak terus terulang.
Bagi Anda atau keluarga yang merasa klasifikasi desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi asli, pemerintah sebenarnya menyediakan jalur sanggahan dan pengusulan mandiri. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengubah data desil secara mandiri:
1. Unduh Aplikasi: Download aplikasi resmi “Cek Bansos” melalui Google Play Store.
2. Registrasi: Buat akun baru dengan mengisi data diri lengkap sesuai instruksi.
3. Verifikasi Profil: Tekan bagian menu profil untuk melihat dan memastikan kesesuaian data Anda dengan Kartu Keluarga (KK).
4. Cek Status: Tekan bagian menu “Cek Bansos” untuk melihat klasifikasi aktif Anda.
5. Ajukan Usulan: Buka tab “Daftar Usulan” dan ikuti perintah sistem untuk menyanggah atau mengusulkan kembali kondisi ekonomi Anda yang sebenarnya.
Jika Anda masih mengalami kebingungan atau memiliki keluhan serupa yang ingin disuarakan, silakan hubungi redaksi Panorama NTB. *(spu)*



















