LOMBOK BARAT, Panorama NTB – Menanggapi pemberitaan terkait dugaan penahanan ijazah alumni tahun 2017, pihak SMK swasta di Kecamatan Kediri, Lombok Barat akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Melalui Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), pihak sekolah membantah tudingan telah menahan ijazah alumninya. Menurutnya, persoalan ini hanyalah miskomunikasi.
“Ini hanya miskomunikasi saja. Ijazah sebenarnya tidak pernah kami tahan. Melainkan alumninya sendiri yang tidak pernah datang ke sekolah untuk mengambil ijazahnya,” ujar Wakil Kepala Sekolah, Kecamatan Kediri saat dikonfirmasi Panorama NTB, Sabtu (10/10/2026).
Wakasek menjelaskan, ijazah atas nama alumni lulusan 2017 tersebut masih tersimpan rapi di lemari arsip sekolah dalam kondisi utuh dan aman. Pihak sekolah sudah beberapa kali mencoba menghubungi, namun yang bersangkutan tidak pernah datang.
“Kami tidak ada kepentingan menahan ijazah. Ijazah itu hak siswa. Kalau sudah lulus, silahkan diambil kapan saja. Kami tunggu. Mungkin alumni tersebut sibuk atau pindah alamat, sehingga tidak sempat mengambil,” jelasnya.
Pihak sekolah juga menyatakan siap menyerahkan ijazah asli tersebut kapan saja kepada alumni yang bersangkutan, dengan membawa bukti diri dan datang langsung ke sekolah pada jam kerja.
“Kami terbuka. Silahkan datang hari Senin sampai Sabtu, kami serahkan langsung tanpa syarat apapun. Apalagi kami dengar beliau anak yatim, kami justru kasihan dan ingin membantu,” tambah Wakasek.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak sekolah berharap persoalan ini dianggap selesai dan tidak ada lagi kesalahpahaman di masyarakat. Pihak sekolah juga berterima kasih kepada Dinas Dikpora NTB dan media yang telah menjembatani komunikasi ini.
Sebelumnya, Kepala Dinas Dikpora NTB melalui Kabid SMK telah berjanji akan memberikan pembinaan dan memfasilitasi komunikasi antara alumni dan pihak sekolah agar ijazah tersebut segera kembali ke pemiliknya. (aa)


















