BREAKING NEWS: Lombok Barat Diguncang Gempa M 5,2 Subuh Ini, Warga Sempat Panik Terhentak dari Tidur

LOMBOK BARAT, Panorama NTB – Masyarakat Pulau Lombok dan sekitarnya dikejutkan oleh guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,2 pada Rabu subuh (7/10/2026).

Guncangan yang terjadi saat sebagian besar warga masih tertidur lelap ini sempat memicu kepanikan.

Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi tepat pada pukul 04.15.26 WITA (03.15.26 WIB).

Pusat gempa terdeteksi berada di darat, tepatnya 14 kilometer Tenggara Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dengan kedalaman menengah sekitar 82 hingga 92 kilometer.

Hasil analisis pemutakhiran oleh seismolog menunjukkan gempa ini dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng tektonik (intraslab earthquake).

Meskipun guncangan terasa cukup kuat dan menghentak di wilayah Lombok Barat, Mataram, hingga Lombok Tengah, BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Warga Berhamburan, Trauma Masa Lalu Membayang
Pantauan tim Panorama NTB di lapangan, kepanikan sempat terjadi di beberapa titik pemukiman warga di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram.

Warga yang panik langsung berlarian keluar rumah demi menyelamatkan diri.

“Rerasa sekali guncangannya, langsung tinjot (kaget) melompat dari tempat tidur. Kami semua langsung lari ke halaman karena takut ada gempa susulan,” ujar Subhan (34), salah seorang warga Kediri, Lombok Barat.

Hingga berita ini diturunkan pada pukul 05.30 WITA, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur, bangunan rumah, maupun korban jiwa akibat gempa subuh tadi.

Pihak BPBD Provinsi NTB beserta jajaran kabupaten masih terus melakukan monitoring dan pendataan di lapangan.

Di jagat maya, kata “Gempa” langsung menjadi perbincangan hangat netizen NTB dan Bali.

Banyak warganet yang mengaku trauma karena teringat peristiwa gempa besar beberapa tahun silam, sementara sebagian lainnya saling mengingatkan untuk tetap waspada.

BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat Semeton Jari di NTB agar tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu-isu hoaks yang tidak bertanggung jawab, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.(red)

Related posts