Sirkuit Megah, Akses Jalan Tamu Dunia Seperti Kuburan: Ratusan PJU Km 15 Padam, Siapa yang Bertanggung Jawab?

LOMBOK TENGAH, Panorama NTB- Pelaksanaan ajang balap internasional MotoGP yang semestinya menjadi etalase kesiapan infrastruktur Nusa Tenggara Barat (NTB) menyisakan catatan kritis di sektor fasilitas publik.

Berdasarkan pantauan langsung Tim Redaksi Panorama NTB pada Sabtu, 09 Oktober 2026, pukul 19.45 WITA, jalur utama yang menghubungkan pintu keluar Mataram menuju area sirkuit, khususnya di sepanjang Jalan Bypass BIL sekitar Km 15 wilayah Lombok Tengah, masih gelap gulita akibat padamnya ratusan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Kondisi jalan yang minim cahaya di jalur krusial ini dikeluhkan oleh banyak warga dan pengendara yang melintas pada malam hari.

Minimnya visibilitas dinilai sangat membahayakan keselamatan berkendara, terlebih volume kendaraan di jalur ini mengalami peningkatan signifikan seiring makin dekatnya puncak perhelatan akbar tersebut.

Sindiran dan keresahan pun mulai ramai disuarakan masyarakat, mengingat jalur utama penghubung ini terkesan dibiarkan tanpa penerangan yang layak.

Fokus Solusi dan Kerja Sama Lintas Sektor

Menyikapi urgensi keselamatan di jalan raya, diperlukan langkah taktis yang cepat dari otoritas terkait. Pihak-pihak berwenang, khususnya Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Dinas Perhubungan Lombok Tengah, serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) selaku pemangku kebijakan jalur nasional, diharapkan segera turun tangan untuk meninjau kembali kondisi riil di lapangan.

Beberapa solusi konkret yang dapat ditempuh secara cepat antara lain:

  1. Audit Kelistrikan Segera: Melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh pada gardu dan jaringan kabel PJU di sepanjang Km 15 Lombok Tengah untuk memetakan akar kendala kerusakan instalasi secara cepat.
  2. Penyediaan Lampu Portabel: Menyiapkan opsi penerangan sementara atau lampu sorot portabel (mobile lighting) di titik-titik tikungan tajam dan persimpangan yang dinilai paling rawan kecelakaan selama pekan balapan berlangsung.
  3. Koordinasi Koridor Keselamatan: Menyiagakan posko pemantauan bersama atau menempatkan armada dengan lampu rotator statis guna membantu memandu arus lalu lintas malam hari di area yang terdampak kegelapan.

Masyarakat sangat berharap momentum perhatian dunia ini tidak hanya berfokus pada estetika di dalam sirkuit semata, melainkan juga menyentuh aspek keselamatan infrastruktur pendukung yang dilalui oleh para wisatawan.

Tindakan nyata dari seluruh dinas terkait sangat dinantikan demi menjaga keselamatan publik sekaligus marwah pariwisata NTB di mata internasional.

Jika Anda masih mengalami
kebingungan atau memiliki keluhan serupa yang ingin disuarakan, silakan hubungi redaksi Panorama NTB. (spu)

Related posts