Resmi Mengantongi Nomor Urut 5, Kades PAW Suhardi Usung Visi Aik Darek ‘Maju dan Sejahtera’: Buka Jaringan Beasiswa SD–SMA dan Genjot PADes

LOMBOK TENGAH | PANORAMA NTB — Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah resmi memasuki fase krusial usai digelarnya acara rapat pleno terbuka penetapan dan pengundian nomor urut calon kepala desa. Calon incumbent, Suhardi, S.Pd., secara resmi mengamankan nomor urut 5 untuk bertarung dalam kontestasi demokrasi tingkat desa tersebut.

​Untuk diketahui, Suhardi merupakan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) yang dilantik sejak Juli 2025 lalu. Meski memimpin dalam durasi kepemimpinan yang relatif singkat di masa transisi, beliau dinilai telah berhasil meletakkan fondasi awal yang kokoh bagi pembenahan sistem tata kelola pemerintahan, penataan administrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Desa Aik Darek.

​Bagi Suhardi, penetapan angka 5 bukan sekadar urutan angka teknis pada kertas suara, melainkan sebuah simbol komitmen, ikhtiar, dan keberlanjutan pengabdian.

​”Bagi saya, angka 5 bukan sekadar nomor urut. Yang lebih penting adalah bagaimana nomor tersebut menjadi bagian dari ikhtiar saya untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat Desa Aik Darek. Saya ingin melanjutkan hal-hal baik yang sudah berjalan sejak periode PAW, menyempurnakan program yang belum tuntas, sekaligus memperbaiki apa yang masih menjadi kekurangan,” ujar Suhardi usai prosesi pencabutan nomor urut di aula kantor desa, Senin (28/09/2026).

​Dalam kontestasi Pilkades kali ini, Suhardi mengusung visi utama: “Terwujudnya Desa Aik Darek yang Aman, Sehat, Bersih, Cerdas, Mandiri, Maju, dan Sejahtera melalui pelayanan masyarakat yang prima, pembangunan yang berkelanjutan, serta pengelolaan lingkungan yang baik.”

​Guna merealisasikan visi tersebut, Suhardi memaparkan bahwa fokus strategis di periode kepemimpinan berikutnya adalah membangun kemandirian finansial desa. Hal ini diwujudkan melalui optimalisasi Pendapatan Asli Desa (PADes) agar desa tidak hanya bergantung pada dana transfer pemerintah, melainkan memiliki kemampuan finansial yang mandiri untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan warga secara berkesinambungan.

​”Pada periode PAW sejak dilantik Juli 2025 lalu, tentu sudah ada fondasi awal dan program strategis yang kita mulai. Ke depan, fokus saya adalah menuntaskan program-program tersebut. Potensi ekonomi lokal seperti Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), lembaga koperasi desa merah putih (KDMP), usaha mikro (UMKM), hingga sektor pertanian akan kita petakan dan kelola secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku,” terangnya.

​Beliau menekankan bahwa pengembangan BUM Desa dan potensi lokal bukan semata-mata untuk mengejar angka pendapatan desa, melainkan untuk menciptakan dampak ekonomi yang nyata, membuka lapangan kerja, dan manfaatnya kembali dirasakan secara langsung oleh masyarakat Aik Darek.

​Jika kembali dipercaya oleh warga Desa Aik Darek, Suhardi menegaskan akan langsung bergerak cepat (tancap gas) pada 100 hari pertama masa kerjanya. Dua sektor vital yang menjadi fokus utama perubahan cepat ini adalah reformasi pelayanan publik dan gerakan kebersihan lingkungan secara masif.

Suhardi berkomitmen mewujudkan tata kelola administrasi desa yang ramah, transparan, cepat, dan tidak mempersulit warga. Pemanfaatan teknologi informasi akan diterapkan secara bertahap untuk memperjelas alur dan prosedur pelayanan. “Prinsipnya, ketika masyarakat datang ke kantor desa, mereka harus mendapatkan pelayanan yang jelas, cepat, sopan, transparan, dan sesuai dengan ketentuan regulasi,” tegasnya.

Suhardi ingin membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan desa adalah tanggung jawab bersama. Penanganan sampah, pembenahan sistem drainase, penataan fasilitas umum, serta kebersihan lingkungan di setiap dusun akan digalakkan mulai dari lingkungan kantor desa hingga ke pemukiman warga demi mendukung kesehatan dan kenyamanan hidup masyarakat.

​Sebagai figur yang berlatar belakang sebagai pendidik (S.Pd.), Suhardi memberikan perhatian mendalam pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Beliau menegaskan bahwa pilar Desa Cerdas (Smart Village) yang diusungnya tidak boleh dimaknai secara sempit hanya sebatas digitalisasi atau teknologi canggih, melainkan kepastian akses pendidikan dan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat.

​Dalam upaya konkret meningkatkan kualitas SDM warga Aik Darek, Suhardi telah merintis dan menyiapkan jaringan akses fasilitas beasiswa pendidikan.

​”Desa Cerdas bukan hanya berbicara tentang teknologi, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan akses yang seluas-luasnya terhadap pendidikan, informasi, keterampilan, kesehatan, dan pelayanan yang layak. Sebagai seorang yang berlatar belakang pendidikan, saya ingin peningkatan SDM menjadi pilar penting pembangunan Desa Aik Darek,” jelas Suhardi.

​Terkait program beasiswa, Suhardi membeberkan bahwa jaringan dan jalur komunikasi telah dibangun untuk memfasilitasi anak-anak desa:

​”Untuk saat ini, jaringan dan jalur akses beasiswa yang sudah kita bangun berfokus pada jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kita akan aktif mengawal, memfasilitasi, dan mengupayakan program-program beasiswa ini, baik yang bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun kemitraan dengan lembaga pihak ketiga/swasta. Anak-anak dan pemuda Desa Aik Darek yang berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan,” tambahnya.

​Berikut 6 Pilar Misi Utama Suhardi, S.Pd.:

  • ​Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat: Mewujudkan pelayanan administrasi yang cepat, mudah, ramah, transparan, dan tidak berbelit-belit.
  • ​Melanjutkan dan Meningkatkan Pembangunan Desa: Menuntaskan program fondasi sejak periode PAW (Juli 2025) serta mendongkrak PADes melalui optimalisasi potensi desa.
  • ​Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia: Mewujudkan konsep Desa Cerdas, pelatihan keterampilan, serta mengawal secara aktif jaringan beasiswa tingkat SD, SMP, dan SMA.
  • ​Membangun Ekonomi Masyarakat: Memperkuat perekonomian warga berbasis pemberdayaan BUM Desa, UMKM, koperasi, dan potensi pertanian lokal.
  • ​Mewujudkan Desa Aik Darek yang Bersih dan Sehat: Penataan drainase, fasilitas umum, dan pengelolaan sampah berbasis partisipasi aktif masyarakat di setiap dusun.
  • ​Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Transparan: Mengelola pemerintahan desa yang terbuka, akuntabel, bersih, amanah, dan menjunjung tinggi asas kekeluargaan.

​Menutup keterangannya usai penetapan nomor urut, Suhardi menyampaikan pesan sejuk dan mengajak seluruh lapisan masyarakat, tim sukses, serta para simpatisan untuk menyambut pesta demokrasi desa ini dengan kedewasaan, ketertiban, dan rasa kekeluargaan.

​”Saya mengajak seluruh masyarakat Desa Aik Darek untuk bersama-sama menjaga suasana Pilkades agar tetap aman, damai, tertib, dan kondusif. Perbedaan pilihan adalah hal yang sangat wajar dalam demokrasi. Jangan sampai perbedaan pilihan politik memutus tali silaturahmi dan persaudaraan di antara kita. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah, yang utama adalah bagaimana kita bersama-sama membangun Desa Aik Darek yang kita cintai ini,” pungkas Suhardi.

(HSH)

Related posts