Amankan MotoGP Mandalika, Polda NTB Petakan Skema Pengamanan di Tiga Zona Rawan

MATARAM, Panorama NTB – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) telah mematangkan rencana pengamanan komprehensif guna menyukseskan gelaran internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika. Berdasarkan informasi resmi yang dirilis melalui portal Tribrata News Polda NTB, aparat kepolisian bersama TNI dan instansi terkait memetakan sistem pengamanan ke dalam tiga zona kerawanan utama, yakni Zona Barat, Zona Tengah, dan Zona Timur. 
Kapolda NTB, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, menegaskan bahwa langkah mitigasi ini dirancang khusus untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, mengatasi titik kemacetan lalu lintas, hingga mengawal isu sengketa lahan agar tidak mengganggu jalannya ajang balapan. 
Pemetaan Tiga Zona Rawan Mandalika
Berdasarkan rencana operasi yang dipaparkan Polda NTB, masing-masing zona memiliki fokus penanganan yang berbeda disesuaikan dengan karakteristik kerawanannya: [tribratanews.ntb.polri.go.id]  [lombok.tribunnews.com]
  • Zona Barat (Fokus Arus Lalu Lintas): Zona ini merupakan jalur akses utama kedatangan penonton serta area kantong parkir kendaraan. Polda NTB memperketat pengaturan arus lalu lintas di titik ini demi mengurai potensi kemacetan di jalur masuk dan menjaga keamanan area parkir. 
  • Zona Tengah (Fokus Kepadatan & Akses internal): Menjadi pusat kepadatan lalu lintas internal sirkuit, zona ini dinilai rawan terhadap risiko penyusupan penonton tanpa tiket. Petugas memperketat pemeriksaan di setiap pintu masuk dengan memberlakukan aturan tegas “no ticket, no access”.
  • Zona Timur (Fokus Karhutla & Jalur Tikus): Wilayah perbukitan di sekitar sirkuit ini diwaspadai dari potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sekaligus berisiko dimanfaatkan sebagai jalur tikus oleh penonton ilegal. Aparat mengintensifkan patroli bukit dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran (Damkartan) untuk penyekatan. [www.aslinews.id]

Mengerahkan 2.667 Personel dan Mitigasi Sengketa Lahan
Sebagaimana dihimpun dari laporan Antara News Mataram, Polda NTB mengerahkan sebanyak 2.667 personel gabungan yang mendapatkan dukungan penuh (back-up) dari unsur Korem 162/WB, ITDC, MGPA, serta tambahan kekuatan dari Polda Bali. [mataram.antaranews.com]
Selain mengamankan sirkuit, Polda NTB melakukan langkah persuasif untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa terkait 18 titik klaim sengketa lahan yang berada di dalam maupun luar kawasan sirkuit. Pihak kepolisian mengedepankan penggalangan damai dengan merangkul lebih dari 100 tokoh masyarakat, LSM, serta kuasa hukum warga guna menghasilkan kesepakatan damai untuk mendukung keberlangsungan balapan. 
Penyekatan di Tujuh Pintu Masuk NTB
Untuk mencegah penumpukan massa dan memfilter potensi gangguan sejak dini, posko pengamanan gabungan disiagakan di tujuh pintu masuk strategis menuju Pulau Lombok. Titik penyekatan meliputi Bandara Internasional Lombok serta enam pelabuhan utama, termasuk Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Gili Mas, dan Pelabuhan Kayangan. 
Polda NTB juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap peredaran tiket palsu, penggunaan drone tanpa izin di sekitar sirkuit, hingga pemantauan stabilitas tarif akomodasi hotel guna memberikan kenyamanan maksimal bagi para wisatawan selama ajang MotoGP berlangsung. (Red)
Related posts