Dekatkan Pelayanan, Bupati Bima Serahkan Paket Bantuan B2SA dan PMT untuk Warga Woha

WOHA, PANORAMA NTB – Pemerintah Kabupaten Bima kembali mengukuhkan komitmennya dalam mendekatkan pelayanan publik dan memperkuat kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput. Melalui program unggulan “Selasa Menyapa” (SM), jajaran pimpinan daerah turun langsung menemui warga dan menyalurkan berbagai paket bantuan strategis yang dipusatkan di Desa Dadibou dan Desa Penapali, Kecamatan Woha.
Rangkaian kegiatan intervensi sosial ini diawali dengan tradisi “Ngopi Bareng” yang berlangsung hangat di halaman Kantor Bupati Bima. Agenda rutin ini dihadiri langsung oleh Bupati Bima Ady Mahyudi, Ketua TP-PKK Ny. Murni Suciyanti, Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy, jajaran Kepala Perangkat Daerah, Kepala BNN Kabupaten Bima, Camat Woha Irfan H.M. Nor, S.Sos beserta unsur Muspika, hingga Ketua BAZNAS Kabupaten Bima Drs. A. Zubair HAR.
Menjaga Ketahanan Pangan dan Menekan Stunting
Kehadiran jajaran Pemkab Bima di Kecamatan Woha tidak sekadar untuk berdialog, melainkan membawa solusi konkret terhadap tantangan pemenuhan gizi dan penguatan ekonomi keluarga prasejahtera. Penyaluran bantuan dirancang secara terukur untuk menyasar kebutuhan vital warga di kedua desa.
Adapun rincian paket bantuan strategis yang diserahkan meliputi:
  • Pemberdayaan Ekonomi Domestik: Penyerahan alat pengolahan pangan Dapur B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) serta peralatan pengolahan pangan komoditas unggulan lokal guna menstimulus produktivitas industri rumah tangga.
  • Intervensi Gizi dan Stunting: Pendistribusian Paket Makanan Tambahan (PMT) yang difokuskan secara cepat untuk balita dengan status gizi kurang demi menekan laju angka stunting sejak dini.
  • Perlindungan Rawan Pangan: Penyaluran paket pangan darurat untuk memastikan ketersediaan pasokan konsumsi harian bagi keluarga prasejahtera yang berada dalam kategori rawan pangan.
Komitmen Bersama untuk Kesejahteraan Desa
Bupati Bima, Ady Mahyudi, dalam arahannya menegaskan bahwa efektivitas dan keberlanjutan dari seluruh instrumen bantuan ini sepenuhnya bertumpu pada pemanfaatan di tingkat penerima manfaat. Pemerintah berharap intervensi dari hulu ke hilir ini tidak sekadar menjadi bantuan konsumtif sesaat, melainkan mampu merangsang kemandirian ekonomi desa sekaligus memotong rantai masalah gizi buruk secara permanen.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TP-PKK, BAZNAS, dan instansi teknis lainnya, program “Selasa Menyapa” di Woha ini menjadi potret nyata bagaimana pemerintah daerah responsif bergerak menjemput bola demi melayani hak-hak dasar masyarakat prasejahtera.
Related posts