Mengungkap Makna dan Hikmah di Balik Huruf Muqatta’ah dalam Al-Qur’an

MATARAM — Dalam pembacaan Al-Qur’an, umat Islam kerap menjumpai pembuka surah yang diawali dengan susunan huruf-huruf tunggal atau kombinasi huruf Arab, seperti Alif Lam Mim, Kaf Ha Ya ‘Ain Shad, Ya Sin, hingga Nun [00:11]. Huruf-huruf ini dikenal dalam tradisi keilmuan Islam sebagai Huruf Muqatta’ah.

Dalam sebuah kajian agama yang disiarkan kanal Panorama NTB, penceramah Dr. (C) Marzuki, M.H., C.I.M. menjelaskan bahwa kendati tidak ada penjelasan eksplisit (sharih) dari Nabi Muhammad SAW mengenai makna pastinya [00:32], para ulama dan ahli tafsir merumuskan tiga kemungkinan makna di balik huruf-huruf tersebut [00:41]:

  • Pengetahuan yang Dirahasiakan Allah (Ilmun Mastur): Merupakan rahasia gaib yang ilmu pastinya hanya diketahui oleh Allah SWT, sebagaimana dipahami oleh para sahabat Khulafaur Rasyidin [00:54].

  • Isyarat Nama dan Sifat Allah: Merupakan singkatan atau simbol dari Asmaul Husna dan Sifat-Sifat Allah [01:13]. Menurut pemahaman Ibnu Abbas RA, huruf Alif merujuk pada Allah, Lam pada Al-Latif, dan Mim pada Al-Majid [01:22].

  • Nama Surah: Menjadi penama khusus bagi surah tertentu, seperti halnya surah Ya Sin dan surah Tha Ha [01:38].

Dua Hikmah Utama Huruf Muqatta’ah

Lebih lanjut, Dr. (C) Marzuki merangkum setidaknya ada dua hikmah besar di balik penempatan huruf muqatta’ah pada awal surah [01:59]:

  1. Menunjukkan Kemukjizatan Al-Qur’an (Izhhar I’jaz): Al-Qur’an diturunkan menggunakan abjad bahasa Arab yang biasa digunakan masyarakat Arab sehari-hari. Namun, meski mereka mengenali huruf-huruf tersebut, tidak ada satu pun yang mampu menandingi atau membuat tandingan Al-Qur’an [02:20].

  2. Menarik Perhatian Pendengar (Tanbih lis-Sami’in): Penggunaan huruf-huruf ini berfungsi menarik fokus dan konsentrasi para pendengar agar menyimak dengan saksama pesan-pesan Ilahi yang disampaikan setelahnya [03:02].

Sumber: Dr. (C) Marzuki, M.H., C.I.M. Panorama NTB di YouTube.

Related posts