LOMBOK BARAT, Panorama NTB – Aksi demonstrasi Forum Bersih dan Berintegeritas (FBI) Kabupaten Lombok Barat di depan Kantor Bupati Lombok Barat, Selasa (27/10/2026) berlangsung panas. Ketua FBI Lobar, Sahban, memberikan jawaban tegas saat dicecar pertanyaan wartawan Panorama NTB terkait desas-desus kisruh OTT Bupati Lombok Barat oleh KPK dan dugaan keterlibatan Wakil Bupati.
Menjawab pertanyaan apakah Wakil Bupati ikut terlibat atau tidak dalam kasus OTT yang menjerat Bupati Lobar oleh KPK, Sahban dengan tegas menjawab:
“Saya pastikan ini mengarah kesana, dugaan ini sangat kuat kira-kira seperti itu, ditambah lagi hari ini, semakin dia tidak datang hari ini menambah kuat dugaan kita dan jangan-jangan nanti oknum pejabat yang saya katakan tadi itu jangan-jangan beliau. Yang kemarin Fee jangan-jangan itu dia,” tegas Sahban di depan Kantor Bupati Lobar.
Sahban juga mempertanyakan siapa oknum pejabat yang dimaksud dan meminta agar diungkap. Ia membantah isu yang beredar bahwa uang yang diterima sudah dikembalikan.
“Karna itu yang akan kami pertanyakan hari ini siapa itu, supaya dia Ungkap. karna konon ceritanya uang yang diterima mereka itu sudah dikembalikan, tetapi tidak ada itu pengembalian. Itu justru jika dikembalikan itu, takut mereka itu menjadi barang bukti. Makanya saya bilang tidak ada pengembalian itu. Jadi ada oknum dari orang-orang itu yang mau menutupi masalah ini dan itu yang akan kita ungkap. Jangan kita bermain setengah-setengah,” lanjutnya dengan nada tinggi.
Untuk pertanyaan kedua terkait Bupati dan Wakil Bupati yang tidak hadir menemui massa aksi hari ini, Sahban menilai Wakil Bupati telah melecehkan massa aksi karena takut.
“Itu yang kami tidak tahu, tapi kami berpendapat ya bahwa wakil bupati melecehkan kita karna takut. Bahwa kami sebagai pelapor di KPK itu, sehingga semua-semua itu menjadi begini dan direncanakan aksi seperti ini akan terus-menerus kami akan lakukan. Dan saya pastikan ini satu lagi akan pakai rompi orange. Dari tiga orang menjadi empat orang, setelah yang empat ini clear. Nambah tiga lagi yang akan pakai rompi orange. Nah ini yang akan kami dukung KPK untuk ungkap semua-semua itu,” tutup Sahban sambil mengepalkan tangan di depan gerbang Kantor Bupati Lombok Barat.
Aksi tersebut juga membawa poster besar bertuliskan “2 – MENUNTUT WAKIL BUPATI LOMBOK BARAT BERSIHKAN BIROKRASI DAN PULIHKAN LOMBOK BARAT! Evaluasi pejabat bermasalah dan wujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, profesional, dan berintegritas.”
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Wakil Bupati Lombok Barat belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Panorama NTB akan terus mengawal dan membuka ruang hak jawab. (aa)



















