inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga ini dapat mengurangi daya beli masyarakat, sehingga jumlah uang yang dimiliki akan memiliki nilai yang lebih rendah dari sebelumnya.
Namun, perlu diketahui bahwa kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas atau mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya.
Secara sederhana, inflasi menggambarkan bagaimana nilai uang menurun dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, harga satu liter bensin yang dulunya Rp10.000 sekarang sudah menjadi Rp12.000 karena adanya inflasi.
Perhitungan inflasi dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Indonesia. BPS melakukan survei untuk mengumpulkan data harga dari berbagai macam barang dan jasa yang dianggap mewakili belanja konsumsi masyarakat.
Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung tingkat inflasi dengan membandingkan harga-harga saat ini dengan periode sebelumnya.
Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah indeks harga konsumen (IHK). Berdasarkan the Classification of Individual Consumption by Purpose (COICOP) 2018, IHK dikelompokkan ke dalam 11 kelompok pengeluaran, yaitu:
-
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
-
Kelompok pakaian dan alas kaki.
-
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
-
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga.
-
Kelompok kesehatan.
-
Kelompok transportasi.
-
Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
-
Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya.
-
Kelompok pendidikan.
-
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.
-
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Dampak Inflasi
Inflasi memiliki dampak negatif dan positif bagi suatu negara serta masyarakat secara luas. Beberapa dampak inflasi di antaranya adalah sebagai berikut.
A. Dampak Negatif Inflasi
1. Penurunan Daya Beli Masyarakat
Harga barang dan jasa yang meningkat dapat mengurangi kemampuan masyarakat untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
2. Ketidakpastian Ekonomi
Inflasi yang tinggi dapat membuat perencanaan keuangan jangka panjang menjadi sulit, baik untuk individu maupun perusahaan.
3. Ketimpangan Ekonomi
Inflasi sering kali lebih merugikan masyarakat berpenghasilan rendah karena penghasilan mereka tidak meningkat secepat kenaikan harga barang.
4. Nilai Tabungan Menurun
Tabungan masyarakat menjadi kehilangan nilai, jika suku bunga bank lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi.
5. Kesulitan Dunia Usaha
Biaya produksi yang meningkat akan membuat perusahaan kecil kesulitan bersaing dan mempengaruhi stabilitas ekonomi.
B. Dampak Positif Inflasi
1. Mendorong Investasi
Inflasi yang moderat akan mendorong orang untuk berinvestasi daripada menyimpan uang, karena nilai uang akan menurun jika disimpan.
2. Meningkatkan Produksi
Kenaikan harga dapat memberikan insentif bagi produsen untuk meningkatkan kapasitas produksi.
3. Mendorong Inovasi
Perusahaan terdorong untuk mencari cara-cara inovatif untuk mengurangi biaya produksi dan tetap kompetitif di pasar.
sumber : ‘ruangguru.com/blog/apa-itu-inflasi-dan-apa-saja-penyebabnya’











