LOMBOK BARAT, Panorama NTB – Dinamika menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jembatan Kembar untuk periode 2026–2034 mulai menghangat. Salah satu figur kuat, Supardi Dahlan, S.Pd., CPLA, mendatangi Kantor Redaksi Panorama NTB guna memaparkan visi, misi, dan gagasan strategisnya dalam membangun desa yang mandiri, inklusif, dan berketahanan.
Kehadiran Supardi Dahlan yang mengusung jargon “Bersama Membangun Desa, Mandiri, Inklusif, dan Berketahanan” ini disambut langsung oleh jajaran redaksi. Pria berlatar belakang pendidikan dan hukum ini menilai bahwa keterlibatan media massa sangat penting untuk mengedukasi warga sekaligus menjaga transparansi proses demokrasi di tingkat desa.
Dalam pemaparannya, Supardi menjelaskan visi besarnya yang bertajuk “Transformasi Tata Kelola Menuju Desa Mandiri, Inklusif, Dan Berketahanan”. Menurutnya, Desa Jembatan Kembar memiliki potensi besar yang harus diakselerasi melalui pembenahan tata kelola dan pemanfaatan teknologi digital.”Kami ingin membawa Desa Jembatan Kembar melangkah lebih maju. Fokus utama kami adalah mewujudkan tata kelola desa yang transparan dan partisipatif berbasis digital, sehingga pelayanan publik menjadi lebih cepat, ringkas, dan bersih,” ujar Supardi di hadapan tim redaksi Panorama NTB.
Lebih lanjut, ia merinci 6 Misi Utama yang menjadi fondasi pergerakannya, di antaranya:
- Digitalisasi Desa: Mewujudkan manajemen lembaga desa yang berbasis digital untuk kemudahan layanan warga.
- Peningkatan Kualitas SDM: Menciptakan generasi desa yang beriman, sehat, dan berdaya saing global.
- Resiliensi Iklim & Bencana: Membangun kesiapsiagaan desa menghadapi tantangan perubahan iklim dan potensi bencana.
- Kedaulatan Agraria: Menjamin kepastian hak agraria atas tanah serta meningkatkan kesejahteraan sektor pertanian.
- Kemakmuran Ekonomi Lokal: Memperkuat pos ekonomi warga melalui optimalisasi BUMDes dan pembinaan UMKM secara berkelanjutan.
- Inklusi Sosial & Budaya: Melestarikan kebudayaan lokal serta menjamin perlindungan bagi kelompok rentan.
Supardi juga menambahkan bahwa program unggulan seperti penguatan sektor pertanian, peternakan, serta gerakan kepemudaan “Pemuda Bergerak, Desa Bangkit” dirancang agar terjadi perputaran ekonomi yang mandiri langsung di dalam desa.
Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus mengawal pesta demokrasi desa yang sehat, jujur, dan adil. Supardi Dahlan berharap melalui pemaparan gagasan ini, masyarakat Desa Jembatan Kembar dapat melihat komitmen nyata demi perubahan tata kelola desa yang lebih bermartabat pada masa depan. (red)












Comments are closed.