Gagasan BERBENAH Khairil Usman: Saatnya Ekonomi Desa Aikmual Digerakkan dari Warga untuk Warga

LOMBOK TENGAH, NTB | Panorama NTB – Di tengah kontestasi Pilkades Aikmual kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah, Calon Kepala Desa Nomor Urut 1, Khairil Usman, S.Pd.I., tampil dengan tawaran program yang berbeda. Jika kandidat lain masih fokus pada janji infrastruktur, Khairil Usman justru meletakkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai fondasi utama menuju Desa Aikmual yang mandiri dan sejahtera.

Ia menyebutnya Menuju Desa Aikmual BERBENAH – Bersatu, Berkarya, Amanah, Sejahtera.

Bagi Khairil Usman, kemajuan sebuah desa tidak bisa hanya dilihat dari bagusnya jalan atau megahnya kantor desa. Indikator kemajuan yang sesungguhnya adalah ketika warganya mampu berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi.

Gagasan BERBENAH ini lahir dari sebuah refleksi. Selama ini, masyarakat sering kali hanya diposisikan sebagai objek atau penerima manfaat pembangunan. Khairil ingin membalik cara pandang tersebut.

“BERBENAH bukan sekadar perubahan dalam tata kelola pemerintahan, tetapi perubahan cara pandang terhadap masyarakat: dari objek pembangunan menjadi subjek dan pelaku utama pembangunan,” katanya kamis (08/10/2026) di kediaman nya.

Untuk itu, ia merumuskan empat pilar yang saling terkait.

1. BERSATU: Membangun Ekosistem Ekonomi Desa
Pilar pertama adalah kolaborasi. Menurutnya, kekuatan ekonomi tidak akan tumbuh jika berjalan sendiri. Pemerintah desa harus menjadi fasilitator yang mempertemukan pelaku UMKM, pemuda, kelompok perempuan, petani, peternak, dan seluruh kelompok masyarakat dalam satu ekosistem pemberdayaan yang saling mendukung.

2. BERKARYA: Membuka Ruang Usaha Produktif
Ini adalah jantung dari programnya. Khairil ingin membuka ruang seluas-luasnya agar masyarakat bisa mengembangkan potensi menjadi kegiatan ekonomi produktif. Bukan sekadar bantuan, tapi pembekalan. Mulai dari pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, kewirausahaan pemuda, pemasaran digital, hingga pengembangan produk lokal. Tujuannya jelas: mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku pembangunan ekonomi desa.

3. AMANAH: Transparan dan Berkelanjutan
Pilar ketiga menjadi jaminan tata kelola. Setiap program pemberdayaan harus dikelola secara transparan, tepat sasaran, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Anggaran dan potensi desa harus diarahkan untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

4. SEJAHTERA: Tujuan Akhir Perjuangan
Semua bermuara pada satu tujuan: SEJAHTERA. Menciptakan masyarakat yang memiliki kesempatan lebih luas untuk bekerja, berusaha, meningkatkan pendapatan, dan membangun kemandirian ekonomi keluarga.

Sebagai implementasi dari visi BERBENAH, Khairil Usman menyiapkan delapan arah program pemberdayaan yang konkret:

  1. Penguatan dan pendampingan UMKM masyarakat Desa Aikmual.
  2. Pelatihan kewirausahaan dan keterampilan produktif bagi pemuda.
  3. Pengembangan ekonomi kreatif dan usaha berbasis potensi lokal.
  4. Pelatihan pemasaran digital dan literasi keuangan bagi pelaku usaha.
  5. Penguatan kelompok usaha masyarakat dan koperasi sesuai kebutuhan desa.
  6. Mendorong keterlibatan Remaja Masjid dan kelompok kepemudaan dalam kegiatan produktif dan kewirausahaan.
  7. Membuka akses terhadap informasi, pelatihan, kemitraan, dan peluang pasar.
  8. Pengembangan produk lokal agar memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Khairil menutup gagasannya dengan sebuah pesan kuat yang menjadi pembeda.

“Desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki pembangunan fisik yang baik, tetapi desa yang masyarakatnya mampu berkarya, memiliki kesempatan untuk berusaha, dan tumbuh bersama dalam kemandirian ekonomi,” pungkasnya.

Dengan tagline Bersatu dalam kebersamaan, Berkarya melalui pemberdayaan, Amanah dalam pengelolaan, Sejahtera sebagai tujuan, Khairil Usman, S.Pd.I., Nomor Urut 1, menawarkan harapan baru bagi masa depan ekonomi Desa Aikmual.

(HSH)

Related posts