0LOMBOK, Media Panorama NTB – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Lombok semakin menarik perhatian. Salah satu calon Kepala Desa tampil dengan visi yang sangat menyejukkan dan merakyat, yakni “Mempererat Tali Silaturrahmi”.
Visi tersebut terpampang jelas dalam poster kampanye yang beredar di tengah masyarakat. Calon yang dikenal dengan penampilan bersahaja menggunakan peci putih dan batik khas Sasak ini membawa semangat persatuan dan keharmonisan warga.
Jika visi adalah tentang silaturrahmi, maka 7 misi yang diusungnya sangat konkret dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat desa:
7 MISI UNGGULAN CALON KADES:
1. Menciptakan Aroma yang segar di tingkat aparatur pemerintah desa
Akan ada penyegaran birokrasi desa, pelayanan yang bersih, ramah, dan tidak berbelit-belit bagi warga.
2. Terjalinnya hubungan yang harmonis antara aparatur desa dengan masyarakat
Menghilangkan jarak antara kantor desa dengan warga. Aparat desa harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di kantor.
3. Mengutamakan musyawarah untuk mupakat
Setiap keputusan penting di desa akan diputuskan melalui musyawarah dusun dan rembug warga, bukan keputusan sepihak.
4. Melestarikan seni budaya sasak
Komitmen kuat untuk menghidupkan kembali gendang beleq, wayang sasak, peresean, dan tradisi adat sebagai jati diri desa.
5. Memberdayakan masyarakat dibidang kewiraswastaan
Mendorong UMKM, karang taruna, dan ibu-ibu PKK untuk mandiri secara ekonomi melalui pelatihan dan bantuan modal usaha.
6. Membantu masyarakat dibidang pertanian, perikanan, dan peternakan
Menjadi fokus utama karena mayoritas warga desa menggantungkan hidup di tiga sektor ini. Akan ada pendampingan bibit, pupuk, dan pemasaran hasil.
7. Menjadikan desa sebagai bahu sandaran masyarakat
Visi sosial yang kuat, dimana desa harus hadir saat warga susah, sakit, dan membutuhkan. Desa bukan hanya tempat mengurus surat, tapi rumah besar bagi semua warga.
Dalam poster tersebut juga terlihat ikon-ikon kearifan lokal seperti rumah adat Sasak, berugak (gazebo tradisional), dan siluet keluarga bahagia yang menggambarkan desa yang guyub dan sejahtera.
Warga yang ditemui Panorama NTB menyambut positif visi misi tersebut. Menurut mereka, kata kunci “Silaturrahmi” saat ini sangat dibutuhkan di tengah kondisi desa yang terkadang terpecah karena beda pilihan.
“Visinya adem. Mempererat tali silaturrahmi. Itu yang kita butuhkan. Kalau silaturrahmi kuat, pembangunan apa pun akan mudah,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.
Dengan visi yang menyejukkan dan misi yang lengkap dari tata kelola pemerintahan hingga ekonomi rakyat, calon kades ini diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat dalam Pilkades mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, tim pemenangan masih melakukan sosialisasi door to door untuk menyampaikan visi misi tersebut kepada warga di setiap dusun. (muzaki/afandi red)



















