Klarifikasi Kepala MTs Yusuf Abdussatar Kediri, Tidak Ada Biaya Pindah Rp 4 Juta, Buku Gratis di Perpustakaan

LOMBOK BARAT, Panorama NTB – Menanggapi pemberitaan sebelumnya terkait dugaan dua siswa putus sekolah karena tidak mampu beli buku dan anak yatim diminta biaya pindah Rp 4 juta, Kepala MTs Yusuf Abdussatar Kediri, Sopian, akhirnya memberikan klarifikasi resmi kepada Panorama NTB, Sabtu (24/10/2026).

Sopian selaku kepala madrasah menegaskan, tidak ada penarikan biaya pindah sekolah sebesar Rp 4 juta di MTs Yusuf Abdussatar Kediri.

“Setelah saya lihat pemberitaan kemarin ada biaya yang ditarik untuk siswa kami yang pindah dan itu memang tidak ada penarikan biaya semacam itu. Apalagi anak itu termasuk siswa yang ekonomi orang tuanya kurang. Justru ketika kita tahu anak-anak yang orang tuanya ekonominya kurang, kita bantu mempermudah untuk mereka pindah sekolah,” tegas Sopian.

Terkait dugaan penjualan buku, Sopian juga membantah.

“Mengenai buku tidak ada buku yang kita jual di sekolah. Penarikan biaya buku tidak ada. Penyediaan buku di perpustakaan itu ada dan bisa dipakai oleh semua siswa yang ada di MTs. Kalau siswa inisial IB ini silahkan pinjam buku di perpustakaan saja, sudah disediakan tanpa harus membeli,” jelasnya.

Untuk siswa inisial HA yang merupakan anak yatim, Sopian menjelaskan kemungkinan terjadi miskomunikasi.

“Untuk siswa inisial HA yang anak yatim ini, masalah biaya pindah itu tidak ada sama sekali di MTs Yusuf Abdussatar ini. Barangkali orang tua ini ketika datang ke sekolah belum membawa surat penerimaan dari sekolah tujuan, sehingga mereka itu disuruh kembali dulu, bukan disuruh bawa uang. Tidak ada penarikan atau biaya pindah dari sekolah kami,” ungkapnya.

Sopian menambahkan, pihaknya siap memberikan solusi hari ini juga.

“Untuk solusinya hari ini mereka datang, saya siap membuatkan surat pindah. Pengeluaran dari EMIS itu tidak lama, paling butuh waktu satu menit selesai. Kami tidak pernah tunda-tunda dan kami tidak pernah persulit itu,” tutup Sopian.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan persoalan dua siswa tersebut dapat segera terselesaikan dan keduanya dapat kembali melanjutkan pendidikannya. (aa)

Related posts