LOMBOK TENGAH, Panorama NTB – Menjelang hari pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Lombok Tengah yang akan digelar pada 29 Oktober mendatang, dinamika kontestasi politik desa makin hangat. Salah satu figur yang menjadi sorotan di Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, adalah calon Kepala Desa nomor urut 3, H. Muhammad Turmuzi, S.Hi., atau yang lebih akrab disapa Kak Tuan Turmuzi.
Saat ditemui di Posko Pemenangan Calon Nomor 3 pada Minggu (25/10/2026) dalam gelaran Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Pengobatan Bekam, Kak Tuan Turmuzi memaparkan pandangan serta gagasan strategisnya untuk membawa Desa Aik Darek menuju era baru yang berdaya saing, sejahtera, dan religius selama periode kepemimpinan 2026–2034.

Kak Tuan Turmuzi yang dikenal luas sebagai sosok pengusaha sukses di bidang perjalanan umrah dan peternakan ini mengaku telah membagikan tugas pengelolaan bisnisnya kepada tim sejak beberapa tahun terakhir. Fokus utamanya kini tercurah pada pembinaan generasi muda dan dunia pendidikan.
Melalui pondok pesantren yang didirikannya, ia menggabungkan penguatan nilai-nilai keagamaan dengan kurikulum keterampilan vokasi ala SMK, seperti pelatihan pengelasan, bekam, hingga kerajinan tangan.
“Dalam tiga tahun terakhir ini saya lebih fokus di dunia pendidikan, merintis pondok pesantren diniah, dan membina generasi muda agar memiliki skill dan kemandirian. Anak-anak pondok tidak hanya kita bekali ilmu agama dan kepemimpinan zikir, tetapi juga keterampilan nyata agar mereka mampu mandiri secara ekonomi setelah lulus,” tegas Kak Tuan Turmuzi.
Mengenai pencalonannya di Pilkades Aik Darek 2026, Kak Tuan Turmuzi menuturkan bahwa langkah tersebut diambil tanpa perencanaan jangka panjang. Keputusan besar itu lahir murni dari aspirasi para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat yang menginginkan perubahan arah pembangunan desa.
“Keputusan untuk maju ini betul-betul last minute, kurang lebih saya mendaftar dua jam sebelum pendaftaran ditutup. Ini adalah amanah dan dorongan dari para tokoh yang meminta saya terjun langsung membantu membangun dan memajukan Desa Aik Darek,” jelasnya.
Menanggapi tantangan efisiensi anggaran desa, Kak Tuan Turmuzi menekankan pentingnya peran kepala desa yang proaktif dan memiliki jaringan luas.
“Seorang kepala desa harus aktif ‘menjemput bola’ ke luar, membangun kolaborasi lintas sektor baik dengan Pemkab, Pemprov, maupun kementerian. Pemimpin desa tidak boleh hanya menunggu anggaran rutin, tetapi harus rajin menjemput program pembangunan untuk dibawa pulang ke desa,” tambahnya.
Dalam memajukan perekonomian Desa Aik Darek, Kak Tuan Turmuzi berencana merangkul seluruh pelaku usaha lokal, mulai dari pengusaha besar hingga pelaku UMKM industri rumah tangga, seperti perajin dan pengolah lekong serta potensi lainnya. Ia berkomitmen menghadirkan skema bantuan permodalan, pembinaan usaha, serta fasilitasi pemasaran berbasis digital (online) maupun fisik (offline).
Mengingat posisi Desa Aik Darek yang strategis sebagai gerbang lintasan wisatawan menuju kawasan utara Lombok Tengah, Kak Tuan Turmuzi juga menyiapkan strategi optimalisasi sektor pariwisata dan budaya. Salah satunya dengan gagasan penyediaan pusat oleh-oleh serta ruang pertunjukan budaya lokal, seperti perisaian dan atraksi seni tradisional Sasak lainnya.
“Aik Darek ini berada di jalur melintas yang sangat strategis. Kita harus bisa menciptakan daya tarik agar wisatawan mampir dan berbelanja di tempat kita. Ini akan menghidupkan ekonomi warga,” jelasnya.
Menjelang pencoblosan pada 29 Oktober 2026, Kak Tuan Turmuzi mengimbau seluruh masyarakat Desa Aik Darek untuk menyambut pesta demokrasi desa dengan kedamaian, kesantunan, dan rasa persaudaraan.
“Perbedaan pilihan itu hal yang wajar dan biasa dalam demokrasi. Namun yang paling utama, persaudaraan antarwarga harus tetap kita jaga. Mari kita sukseskan Pilkades Aik Darek dengan damai dan santun. Apa pun hasil akhirnya, kita berserah diri kepada Allah demi kebaikan desa yang kita cintai ini,” pungkasnya. (hsh)



















