Dampak Gempa Nagekeo NTT: Warga Pesisir Bertahan di Pengungsian Tanpa Fasilitas Layak

NAGEKEO — Peristiwa gempa bumi dahsyat yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), berdampak parah pada kehidupan warga pesisir. Bencana alam ini tidak hanya merobohkan rumah permukiman, tetapi juga menghancurkan perahu nelayan serta memaksa masyarakat mengungsi dalam kondisi sarana dan prasarana yang sangat terbatas.

Sudarling, seorang nelayan asal Desa Nangadhero, menuturkan detik-detik saat gelombang air laut naik hingga menggenangi permukiman pesisir. Selain merusak bangunan rumah berstruktur batu di kawasan sekitar, hempasan air laut juga menghancurkan armada perahu milik nelayan setempat.

Di area pengungsian perbukitan sekitar Mbay, ratusan warga Desa Marpokot dan sekitarnya terpaksa mendirikan tenda darurat secara swadaya. Saat ini, bantuan tenda resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang tersedia di lokasi Dadiwuwu, Kelurahan Lape, masih sangat terbatas sehingga penggunaannya diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti lansia sakit dan anak-anak. Sebagian besar pengungsi lainnya terpaksa tidur di luar tenda dengan peralatan seadanya.

Selain masalah tempat bernaung dan pasokan bahan pokok akibat tutupnya toko-toko sekitar, para pengungsi kini menghadapi krisis air bersih serta ketiadaan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK). Tidak adanya toilet portable membuat sejumlah warga terpaksa buang hajat di area semak-semak hutan. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan lembaga kebencanaan segera mendistribusikan bantuan tenda yang layak, pasokan air bersih, serta fasilitas sanitasi darurat.

Sumber: Kompas.com

Related posts