LSM MAUNG: Penjaga Keadilan yang Tak Akan Pernah Mundur di Hadapan Kezaliman

Panorama NTB Di tengah situasi di mana hukum kerap terasa berat di bawah dan ringan di atas, di mana kekuasaan dan uang seolah mampu menulis ulang kebenaran, kehadiran LSM MAUNG bukan sekadar keberadaan sebuah lembaga — melainkan suara nurani yang bangkit dari tidur panjang. Sebagaimana ditegaskan oleh Lalu Paozan selaku Divisi Hukum LSM MAUNG, langkah perjuangan ini bukan lahir dari hawa nafsu atau keinginan melawan aturan, melainkan berdiri tegak di atas payung hukum yang sah dan jelas: Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, serta dijamin sepenuhnya oleh Undang-Undang Dasar 1945 sebagai hak asasi setiap warga negara untuk berserikat, berkumpul, dan memperjuangkan keadilan yang terabaikan.

Lalu Paozan selaku divisi hukum mengatakan Kita semua menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana ketidakadilan terjadi secara terang-terangan di tanah kita. Tanah yang telah digarap, dijaga, dan diwariskan turun-temurun dari leluhur kepada anak cucu — tanah yang menjadi sumber kehidupan, penghidupan, dan jati diri keluarga — tiba-tiba saja diubah statusnya. Disertipikatkan atas nama orang yang tak pernah menginjakkan kaki di sana, lalu dijual begitu saja kepada pihak perusahaan dengan alasan-alasan yang tak masuk akal. Pemilik yang sah justru dipaksa pergi, diancam, dikriminalisasi, seolah-olah merekalah perampok di tanah sendiri. Inilah kezaliman yang paling menyakitkan: hukum dipakai untuk merampas, bukan melindungi.

Di saat banyak orang memilih diam karena takut, memilih menjauh karena kepentingan pribadi, LSM MAUNG hadir bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk mereka yang suaranya dibungkam. Menjadi perisai bagi yang lemah, menjadi telinga bagi yang didengarkan, menjadi mulut bagi yang dibungkam — itulah tugas mulia yang diemban. Ketika dikatakan “Sekali lagi, MAUNG tidak akan pernah mundur melawan kezaliman!”, itu bukan sekadar ucapan pembakar semangat. Itu adalah janji yang diucapkan di hadapan rakyat, di hadapan Tuhan, dan di hadapan sejarah. Itu adalah keteguhan hati yang tidak bisa digoyangkan oleh ancaman, uang, maupun tekanan kekuasaan.

Kami memahami bahwa jalan yang dipilih tidaklah mudah. Akan ada rintangan, akan ada fitnah, akan ada upaya membungkam. Namun inilah momen yang memisahkan mereka yang hanya berbicara dan mereka yang benar-benar berjuang. LSM MAUNG berdiri bukan untuk dipuji, melainkan untuk diandalkan. Bukan untuk dicari popularitas, melainkan untuk mengembalikan hak yang dirampas. Kebenaran memang kerap tertunda, namun ia tidak akan pernah hilang sama sekali. Cahaya keadilan mungkin tertutup debu, namun tidak akan pernah padam selama masih ada satu orang pun yang berani memperjuangkannya.

Kepada seluruh warga yang tanahnya dirampas, haknya diinjak, dan namanya dinodai: ketahuilah bahwa kalian tidak sendirian. Di belakang LSM MAUNG ada doa-doa tulus dari setiap keluarga yang berharap pada keadilan. Ada dukungan rakyat yang menyaksikan dan memahami apa yang sesungguhnya terjadi. Ada hukum yang meski lambat, tetap harus ditegakkan. Dan di atas segalanya, ada Tuhan Yang Maha Adil yang tidak tidur melihat perbuatan zalim di muka bumi ini.

Kepada pihak-pihak yang merasa telah berbuat curang, memalsukan dokumen, dan mengambil hak orang lain: sadarlah! Kemenangan yang dibangun di atas penderitaan orang lain tidak akan pernah bertahan lama. Kekayaan yang berasal dari merampas hak anak cucu orang lain tidak akan membawa berkah. Keadilan mungkin datang terlambat, namun ia pasti datang — dan ketika datang, tak ada satu pun yang mampu menghindarinya.

Teruslah melangkah, LSM MAUNG! Jangan gentar walau jalan terjal, jangan menyerah walau angin berhembus kencang. Rakyat bersamamu, kebenaran di sisimu, dan doa orang-orang yang diperjuangkan melindungimu. Akan kami kawal setiap langkahmu, akan kami dukung setiap perjuanganmu, sampai tanah kembali ke pemilik yang sah, sampai keadilan bukan lagi sekadar janji di atas kertas, melainkan terasa nyata di kehidupan kami sehari-hari.

Tidak akan pernah mundur, tidak akan pernah diam, tidak akan takut pada kezaliman!

Karena di tanah ini, kebenaran harus menang. Dan LSM MAUNG adalah bukti bahwa perjuangan itu belum berakhir.

Related posts