MAKKAH, PANORAMA NTB — Pesan persatuan dan persaudaraan umat Islam menggema dari Tanah Suci. Jam’iyyah Dakwah wal-Irsyad di wilayah selatan Kota Makkah, Arab Saudi, menggelar silaturahmi bersama sejumlah dai dan kaum muslimin yang tengah melaksanakan ibadah umrah dari berbagai negara, Ahad (16/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari khidmat kepada Islam dan kaum muslimin sekaligus bentuk penghormatan kepada para tamu Allah yang datang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah.

Para tamu diundang untuk mengikuti jamuan makan siang sekaligus menerima cinderamata. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, persaudaraan, dan kekeluargaan yang mempertemukan kaum muslimin dari berbagai latar belakang dan negara.
Salah satu momen penting dalam pertemuan tersebut adalah penyampaian pesan keumatan oleh Syeikh Dr. Fahad bin Yahya Al-‘Ammaariy, salah seorang hakim Pengadilan Tinggi di Makkah.

Dalam kesempatan itu, Syeikh Fahad menyampaikan pesan-pesan persaudaraan yang mendalam. Ia mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan menjauhkan berbagai bentuk perselisihan yang dapat melemahkan bahkan memecah belah umat Islam.
Pesan tersebut menjadi sangat bermakna karena disampaikan di Tanah Suci, tempat umat Islam dari seluruh dunia berkumpul dalam satu tujuan, yakni beribadah kepada Allah ta’ala.
Persatuan umat, menurut pesan yang disampaikan, merupakan kekuatan penting bagi kaum muslimin. Karena itu, perbedaan hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi ruang untuk membangun sikap saling menghormati dan memperkuat ukhuwah.
Dalam kegiatan tersebut, Syeikh Hamadah Mursiy, selaku koordinator dakwah pada kantor Jam’iyyah Dakwah wal-Irsyad, turut memaparkan berbagai aktivitas dakwah dan pelayanan yang dilakukan lembaga tersebut.
Ia juga menjelaskan perjalanan sejarah perkembangan Masjidil Haram dari masa ke masa, termasuk berbagai perkembangan dan upaya pemeliharaan serta pengembangan dua Tanah Suci.
Paparan tersebut memberikan wawasan kepada para tamu mengenai perjalanan panjang Masjidil Haram serta perhatian besar terhadap pelayanan jamaah yang datang dari berbagai penjuru dunia.
Sementara itu, Dr. (Cand.) Marzuki, M.H., CIM, salah seorang da’i, advokat dan konsultan hukum dari Indonesia yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh panitia.
Marzuki yang juga Ketua Persatuan Advokasi cabang Lombok Barat menyampaikan bahwa kesempatan tersebut merupakan sebuah kehormatan dan pengalaman yang sangat berharga bagi dirinya serta para jamaah yang hadir.
Ia menyampaikan ribuan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan pelayanan dan penghormatan kepada para tamu Allah.
“Pertemuan ini bukan hanya sebuah jamuan, tetapi menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah. Kami merasa sangat terhormat mendapatkan kesempatan hadir dan merasakan keramahan serta perhatian dari saudara-saudara kami di Tanah Suci,” ujar Marzuki.
Marzuki juga menyampaikan doa agar seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut senantiasa diberikan keberkahan oleh Allah SWT serta terus diberikan kekuatan dalam menjalankan khidmat kepada Islam dan kaum muslimin.
Dalam kesempatan tersebut, Marzuki juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih serta doa keberkahan untuk Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman.
Menurutnya, perhatian terhadap pelayanan jamaah dan pemeliharaan dua Tanah Suci merupakan bentuk khidmat yang memiliki nilai besar bagi umat Islam dunia.
“Kami mendoakan semoga Allah memberikan kesehatan, kekuatan, keberkahan dan taufik kepada Yang Mulia Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman dalam menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut akhirnya menjadi sebuah momentum yang tidak hanya mempertemukan umat Islam dari berbagai negara, tetapi juga menyampaikan pesan penting bahwa Tanah Suci adalah tempat memperkuat persaudaraan, bukan mempertajam perselisihan.
Dari Makkah Al-Mukarramah, pesan itu kembali mengingatkan dunia bahwa ukhuwah Islamiyah merupakan salah satu kekuatan utama umat untuk menghadapi berbagai tantangan zaman. (emzi/mi)











