PRAYA — Musibah kebakaran hebat melanda kawasan Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pada Sabtu (22/8/2026) malam. Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, sebanyak 320 jiwa penduduk kehilangan tempat tinggal serta mata pencaharian mereka akibat sekitar 125 unit rumah adat dan fasilitas pendukung ludes terbakar hanya dalam kurun waktu kurang dari satu jam.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Pemprov NTB, TNI, dan Kepolisian langsung menggelar rapat darurat pada Minggu (23/8/2026) pagi untuk melakukan upaya tanggap darurat. Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, menegaskan bahwa fokus utama penanganan saat ini difokuskan pada pelayanan kesehatan, penyediaan bantuan pangan di dapur umum, serta kepastian kelangsungan pendidikan bagi anak-anak korban terdampak selama tiga hari masa tanggap darurat.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui tim gabungan Polda NTB, Polres Lombok Tengah, serta dukungan Labfor Polda Bali masih terus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Pihak Pemkab Lombok Tengah juga belum memutuskan terkait skema rekonstruksi maupun penataan ulang kawasan destinasi wisata budaya ikonik tersebut hingga penanganan darurat bagi warga selesai dilaksanakan.
Sumber: Suara NTB











