Kemendikdasmen Gandeng Assemblr EDU Luncurkan ImajiNation 2026 Guna Perkuat Kemampuan Koding dan AI Murid

BANDUNG — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan ajang ImajiNation 2026 bekerja sama dengan Assemblr EDU dan Samsung for Education di Bandung. Kompetisi Nasional Koding Visual untuk Murid dan Guru ini hadir sebagai wadah belajar sekaligus berkarya yang memanfaatkan teknologi koding visual, pemodelan tiga dimensi (3D), hingga Augmented Reality (AR).

Langkah strategis ini ditujukan untuk membangun cara berpikir komputasional, memicu kreativitas, mengasah kolaborasi, serta memperkuat kemampuan pemecahan masalah anak bangsa sejak dini.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa penerapan koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) di sekolah diarahkan agar siswa tidak hanya lihai memakai teknologi, melainkan mampu menjadi pencipta yang mengubah gagasan menjadi solusi nyata.

“Yang ingin kita bangun sesungguhnya bukan sekadar kemampuan menulis kode program, melainkan cara berpikir yang sistematis, kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/8/2026).

Ia pun mendorong para pendidik di seluruh Indonesia untuk menjadikan ajang ini sebagai ruang eksplorasi, di mana siswa dibebaskan untuk bertanya, bereksperimen, hingga belajar dari kegagalan demi menghasilkan inovasi bermakna.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipul Hayat, menyampaikan bahwa ukuran sukses kompetisi ini tidak terbatas pada siapa yang menyabet gelar juara. Pengalaman belajar yang berharga dan berdampak bagi peserta merupakan esensi utama yang ingin dicapai.

Sementara itu, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan AI, Muhammad Muchlas Rowi, bersama Founder & CEO Assemblr EDU, Hasbi Asyadiq, menekankan pentingnya koding visual. Lewat platform Assemblr EDU, murid dan guru dapat merancang proyek digital interaktif 3D/AR tanpa perlu menguasai bahasa pemrograman berbasis teks yang rumit.

Program ImajiNation 2026 membidik target lebih dari 11.000 peserta dari 2.000 sekolah yang tersebar di 38 provinsi, meliputi jenjang SD, SMP, SMA/SMK sederajat, hingga para guru. Seluruh rangkaian acara dapat diikuti secara gratis dengan tiga pilihan tema utama: Dream Quest, Eco Quest, dan Culture Quest.

Dukungan juga datang dari Samsung for Education melalui sesi pendampingan teknologi Galaxy. Rangkaian kompetisi ini dibagi menjadi dua babak, yakni kualifikasi nasional secara daring serta babak puncak secara luring pada Oktober 2026. Pada acara puncak, selain kompetisi live coding kategori SMP, digelar pula Education Expo dan upaya pemanfaatan karya-karya terbaik peserta pada Papan Interaktif Digital (PID) di Rumah Pendidikan.

Sumber: InfoPublik

Related posts