Instruksi Efisiensi Prabowo: Hentikan Seremoni Mewah, Alihkan Anggaran untuk Gaji Guru dan Fasilitas Publik

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto secara tegas menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk memangkas anggaran belanja yang tidak efisien, terutama kegiatan seremonial seperti perayaan ulang tahun kementerian maupun acara daerah. Anggaran tersebut dinilai jauh lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk perbaikan fasilitas umum, fasilitas kesehatan, sekolah, hingga peningkatan gaji guru.

“Di semua provinsi dan semua kabupaten/kota, jangan ada anggaran untuk merayakan ulang tahun secara besar-besaran. Cukup potong tumpeng di kantor saja. Lebih baik perbaiki sekolah, perbaiki rumah sakit, dan tingkatkan gaji guru daripada seremoni upacara-upacara,” tegas Prabowo saat memberikan pidato keterangan pemerintah atas RAPBN di Gedung DPR/MPR.

Selain itu, Presiden juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap pembelanjaan negara guna mencegah praktik korupsi, markup, serta penggelembungan dana di berbagai tingkatan. Pemerintah berencana membentuk lembaga khusus untuk mengkonsolidasikan seluruh belanja negara demi menciptakan transparansi dan efisiensi belanja publik.

Niat baik Presiden Prabowo untuk menertibkan pemborosan anggaran seremonial patut diapresiasi. Kendati demikian, wacana dialokasikannya efisiensi anggaran seremoni untuk menaikkan gaji guru dan perbaikan sekolah secara masif memicu pertanyaan kritis dari publik.

Penghematan dari sekadar acara seremonial atau pemotongan tumpeng relatif kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan nyata untuk menaikkan kesejahteraan jutaan guru dan memperbaiki infrastruktur pendidikan secara nasional. Komitmen efisiensi ini diuji oleh kehadiran berbagai program berskala besar lain, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menyerap porsi anggaran negara cukup dominan.

Tanpa adanya audit ketat pada proyek-proyek bernilai triliunan rupiah dan restrukturisasi postur APBN secara menyeluruh, pemangkasan anggaran seremoni berpotensi hanya menjadi jargon simbolis yang minim dampak nyata terhadap peningkatan gaji guru di lapangan.

Sumber: Kompas.com – Prabowo Minta “Ceremony” Upacara Dihilangkan, Lebih Baik untuk Meningkatkan Gaji Guru

Related posts