JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyiapkan 10 agenda dorongan transformasi besar yang dijadwalkan mulai berjalan pada 2027. Diumumkan dalam penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, agenda ini mencakup berbagai bidang prioritas, mulai dari layanan kesehatan dasar hingga kebijakan hukum kewarganegaraan.
Prabowo menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran yang dialokasikan harus memiliki dampak nyata dan terukur bagi masyarakat, menghindari proyek beranggaran besar dengan manfaat minim.
10 Agenda Transformasi Utama Pemerintah:
-
Renovasi 10.000 Puskesmas: Menjangkau 7.285 kecamatan dengan alokasi Rp4 miliar per puskesmas, dilengkapi renovasi 514 labkesmas. Ditargetkan rampung pada 2030, lengkap dengan layanan ambulans udara untuk kawasan terpencil.
-
Pembangunan dan Revitalisasi 441 RSUD: Pembenahan fasilitas rumah sakit daerah untuk penanganan penyakit prioritas seperti jantung, stroke, dan kanker, didukung percepatan pemenuhan tenaga medis.
-
Akselerasi Renovasi Sekolah: Ditargetkan tuntas paling lambat 2029. Pemerintah juga mendistribusikan layar pintar interaktif (interactive flat panel) untuk mendukung pembelajaran digital.
-
Bursa Mineral dan Komoditas Strategis: Pembentukan Indonesia Reference Price di bawah pengawasan OJK untuk menentukan acuan harga ekspor komoditas utama di dalam negeri, ditargetkan beroperasi 1 Januari 2027.
-
Optimalisasi Aset BUMN: Mengikutsertakan pihak swasta secara terbuka dan kompetitif untuk mengelola aset negara yang belum produktif tanpa menghilangkan kepemilikan negara.
-
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW: Transisi energi bersih guna menghentikan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel secara bertahap, berpotensi menghemat biaya produksi hingga Rp73,9 triliun per tahun.
-
Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII): Pengembangan hub keuangan dan investasi internasional terpadu yang berpusat di Jakarta dan Bali.
-
Danantara Development Management Fund (DDMF): Skema pembiayaan proyek strategis jangka panjang seperti pengembangan mobil nasional dan pembangunan giant sea wall Pantura Jawa.
-
Elektrifikasi Mobilitas Rakyat: Pemberian insentif produksi satu juta sepeda motor listrik dalam negeri untuk menekan pengeluaran BBM masyarakat dan mendorong efisiensi energi.
-
Dwi Kewarganegaraan Terbatas: Pengusulan kewarganegaraan ganda secara selektif bagi diaspora bertalenta khusus untuk memperkuat kontribusi sumber daya manusia bagi tanah air.
Sumber: CNBC Indonesia











