PRAYA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB bersama pihak SMAN 1 Jonggat menggelar pertemuan dengan para wali murid pascaaksi demonstrasi yang dilakukan oleh ratusan siswa pada Senin (10/8/2026). Langkah ini diambil untuk mengklarifikasi dan menindaklanjuti tuntutan siswa terkait pembenahan fasilitas sekolah.
Aksi protes tersebut sebelumnya berlangsung di lapangan sekolah usai pelaksanaan upacara bendera. Para siswa menyuarakan keluhan mengenai fasilitas fisik yang dinilai kurang memadai, seperti kondisi kamar mandi hingga tempat ibadah (musala) sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dikbud Provinsi NTB, M. Hendrayadi, menyampaikan bahwa kritikan para siswa menjadi bahan evaluasi dan refleksi bersama, khususnya bagi manajemen sekolah. Pihaknya menegaskan bahwa fasilitas pendukung seperti kebersihan dan kenyamanan sekolah sangat krusial dalam menunjang pembentukan karakter peserta didik.
“Substansi yang dikritisi harus menjadi perhatian semua pihak, terutama kepala sekolah. Jika faktanya memang demikian, pemerintah tentu akan menindaklanjuti dan menjadikannya perhatian di tingkat provinsi,” ujar Hendrayadi usai menghadiri pertemuan dengan wali murid, Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Jonggat, Mazhab, menjelaskan bahwa sebagian besar fasilitas yang dikeluhkan siswa sebenarnya sudah masuk dalam program perbaikan dan revitalisasi sekolah. Pihaknya sedang melaksanakan perbaikan infrastruktur, termasuk pengerjaan pintu, jendela, serta penambahan Ruang Kelas Baru (RKB).
Mazhab juga menegaskan tidak ada sanksi yang akan dijatuhkan kepada para siswa yang terlibat aksi demonstrasi. Menurutnya, aksi tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian siswa terhadap kondisi sekolahnya.
“Aspirasi anak-anak sebenarnya sudah terjawab karena proses revitalisasi sedang berjalan. Kami mengapresiasi penyampaian aspirasi secara tertib ini dan melihatnya sebagai bagian dari dinamika keluarga besar sekolah,” jelas Mazhab.
Sumber: Radar Lombok











