LOMBOK TENGAH, Panorama NTB _ 1 Oktober 2026 Dukungan penuh dan antusiasme tinggi terus mengalir menyambut perhelatan internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia — MotoGP Mandalika 2026. Berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku usaha secara bulat menyatakan dukungan sepenuhnya, sekaligus mengajak seluruh lapisan warga untuk menjaga kondusivitas, keramahan, dan kebersamaan menjelang ajang bergengsi dunia tersebut.
Ketua APKLI Lombok Tengah, Muhadi, secara tegas menyatakan dukungan organisasinya terhadap penyelenggaraan ajang balap motor paling bergengsi di dunia ini. Menurutnya, MotoGP Mandalika bukan sekadar perhelatan olahraga, melainkan pendorong perekonomian yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat luas, mulai dari pemerintah daerah hingga pelaku usaha terkecil.
“Kami sangat mendukung terselenggaranya MotoGP Mandalika tahun 2026. Ajang ini memberikan dampak yang sangat besar dan langsung dirasakan, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat lokal, tak terkecuali para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” ujar Muhadi kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa kehadiran ribuan pengunjung dari berbagai daerah maupun mancanegara membuka peluang luar biasa bagi produk lokal, jasa, kerajinan, kuliner, hingga jasa penginapan dan transportasi yang dikelola warga. Ajang ini menjadi jembatan agar potensi ekonomi masyarakat dapat dikenal dan dinikmati lebih luas.
“Manfaatnya tidak berhenti di sirkuit saja. Toko warga, warung warga, pengrajin warga — semuanya ikut bangkit. Inilah yang kami harapkan: pertumbuhan yang dirasakan bersama, bukan hanya dinikmati segelintir pihak,” tambahnya.
Senada dengan itu, Lalu Moh. Syukri, Ketua Umum LSM GELOMBANG — Gerakan Lombok Bangkit — juga menyampaikan sikap dukungan yang tegas sekaligus ajakan yang tulus kepada seluruh elemen masyarakat.
“Adanya ajang internasional ini tentunya harus menjadi kebanggaan kita bersama. Lombok diperhatikan dunia, mata dunia tertuju pada tanah kelahiran kita. Tugas kita bukan sekadar menyaksikan, melainkan menjaga agar perhelatan ini berjalan damai, nyaman, dan meninggalkan kesan yang indah,” tegasnya.
Lalu Moh. Syukri mengingatkan bahwa keberhasilan ajang ini tidak hanya diukur dari kelancaran balapan, melainkan dari keramahan, ketertiban, dan kebersamaan yang ditunjukkan warga di setiap sudut desa dan jalan raya.
Persoalan yang ada tentu harus diselesaikan, tetapi jangan sampai perbedaan itu mengganggu kedatangan tamu maupun ketenangan bersama. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Lombok mampu menyambut dunia dengan senyum, kerukunan, dan kedewasaan. Itulah kemenangan yang sesungguhnya,” imbuhnya.
Dukungan yang disampaikan kedua organisasi ini mencerminkan semangat yang tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten Lombok Tengah. MotoGP Mandalika 2026 dinilai sebagai momentum yang tidak hanya mengangkat nama daerah ke kancah internasional, tetapi juga membuka ruang ekonomi yang adil bagi semua pihak — dari pedagang kecil, pengusaha jasa, hingga pemuda yang terlibat sebagai tenaga kerja maupun relawan.
Kedua pihak berkomitmen untuk terus mengajak warga agar tidak terprovokasi isu yang memecah belah, melainkan bergandengan tangan menjaga keamanan, kebersihan, dan keramahan. Mereka berharap, setelah ajang usai, dampak positifnya tetap tertinggal: infrastruktur yang lebih baik, pengalaman yang bertambah, dan persaudaraan yang semakin erat.
Masyarakat luas diimbau untuk:
– Menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masing-masing
– Menyambut tamu dengan ramah dan sopan
– Menjaga kebersihan jalan, tempat usaha, dan fasilitas umum
– Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok
– Menyelesaikan perbedaan dengan musyawarah dan kedewasaan
MotoGP Mandalika 2026 bukan milik penyelenggara semata — ia milik seluruh warga Lombok. Dan keberhasilannya bergantung pada kita semua. (Red/IRD)



















