LOMBOK BARAT, Panorama NTB 1 Oktober 2026 — Di tengah hiruk-pikuk pendaftaran calon kepala desa yang biasanya diwarnai keramaian dan dukungan massal, suasana di Desa Kuripan terasa berbeda. Hasbi, calon petahana yang kembali mencalonkan diri, hadir sendirian ke sekretariat panitia pada Kamis pagi ini.
Dikutip dari Cogito.id ketua panitia mengatakan bukan diantar rombongan, bukan pula disambut sorak-sorai. Ia tiba tepat pukul 07.00 WITA seorang diri, menyerahkan berkas pendaftaran kepada Ketua Panitia Pilkades Kuripan, H. Lalu Harta Muhardi, lalu kembali beraktivitas seperti biasa.
“Sendirian saja. Tidak ada kemeriahan, tidak ada iring-iringan. Hanya membawa niat, pengalaman, dan tanggung jawab,” ujar Hasbi tenang kepada awak media.
Langkahnya yang tanpa pendamping ini bukan tanda sepi dukungan. Justru mencerminkan kesederhanaan dan kesibukan yang tak terputus — sesaat setelah mendaftar, ia langsung berangkat ke Mataram untuk mendampingi warganya di Pengadilan Negeri. Bagi Hasbi, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti hanya karena sedang berkampanye.
“Sedang dampingi warga ini, habis daftar,” katanya singkat.
Hingga hari kesekian pendaftaran, belum terlihat nama lain yang siap menantang. Suasana politik di Desa Kuripan cenderung tenang, dan perhatian warga tertuju pada rekam jejak kepemimpinan yang sudah berjalan.
Datang sendiri, pulang sendiri — namun membawa bekal kepercayaan yang sudah teruji. Hasbi membuktikan bahwa pencalonan bukan soal siapa yang paling ramai pendampingnya, melainkan siapa yang paling siap melayani. Di Kuripan, kesederhanaan ini justru menjadi daya tarik tersendiri: pemimpin yang tak menunggu diantar, melainkan berjalan mendahului rakyatnya.
Saat ini, berkas pendaftaran telah diterima dan dalam tahap verifikasi. Warga Kuripan menantikan perkembangan selanjutnya — apakah akan muncul penantang, atau kepercayaan akan kembali diamanahkan kepada sosok yang telah terbiasa hadir tanpa banyak suara. (Red/ IRD)



















